Senin, 23 Februari 2015

Ketahuan Selingkuh Pembantu Rumah Tangga Dengan Majikan


Judi online -  Kisah  ini saya tulis karena merupakan pengalaman pribadiku yang tidak bakal bisa terlupakan sepanjang sejarah hidupku. Cerita ini aku alami ketika aku kuliah di Jakarta dan aku di rumah kakakku yang sudah kerja dan sangat mapan untuk keluarga waktu itu. Mas aku ini mempunyai dua orang pembantu yang satu udah agak tua dan yang satunya lagi masih muda  dan genit, kalau aku amati yang muda ini emang cukup cakep dan bersih untuk ukuran cewek.

Mungkin karena segi ekonomi dia rela jadi pembantu rumah tangga. Singkat cerita si sarah ini kerjaannya hanya momong anak yang paling kecil dari kakakku, jadi dia nggak terlalu untuk terposir kerja dan tidurnya juga di dalam rumah kita. Rumah kakakku emang cukup besar karena ada rumah belakang juga yang ada tamannya cukup luas dan para pembantunya tidur di rumah belakang. Lama-lama kalau aku perhatikan si sarah cukup cantik juga dan bersih lagi pikirku dalam hati.

Pokoknya kalau di ajak untuk jalan-jalan di mall nggak malu-maluin deh, dan si sarah ini emang sangat penggoda dan genit setiap saya berangkat kuliah kalau ketemu dia didepan lagi memberi makan si adit dia pasti senyum manis dan matanya genit gitu lah, tahu sendiri pasti anda wanita penggoda.

Suatu hari pas kakakku dan keluarganya sedang keluar, cuma aku dan si sarah aja yang di rumah karena emang pembantunya yang satu selalu pulang kalau udah malam hari. Si Sarah ini emang ada ada saja, lagi asik-asiknya aku nonton film barat yang seru eh dia datang dengan manja minta dikerokin katanya masuk angin. Aku jadi nggak seneng, soalnya lagi seru-serunya nonton film sambil agak males aku nyuruh dia bawa peralatannya di bawa kesini. Eh dia berani nimpali, kalau disini ya malu lho mas kata si sarah, nanti deh kalau filmnya sudah selesai kataku.

Setelah selesai nonton film akupun ke belakang untuk menjenguk pembantuku yang genit itu soalnya takut kalau meninggal atau gimana. Setelah masuk ke kamarnya aku kaget karena dia sudah buka bajunya, aku jadi agak tergoda di buatnya maklum lelaki normal pasti seperti saya semua apalagi tahu pembantu yang masih imut dan lumayan cantik. Mana alatnya kataku sambil menuju ke arahnya dan aku mulai mengeriki punggungnya, sambil aku memperhatikan punggung si sarah ternyata mulus juga dan putih bersih.

Sambil masih mengeriki aku mengoda si sarah, habis ini kamu mau kasih apa emangya kok berani-beraninya nyuruh aku ngeroki kata ku. Jawab si sarah lha pastinya saya tahu mas pasti mau soalnya mas khan baik hati. Aku jadi agak lebih berani untuk merayunya.

Eh sarah, kamu ternyata cantik juga dan putih bersih badanmu kata ku. Si sarah cuma senyam senyum saja sambil agak kemerahan wajahnya. Emangnya siapa yang mau sama aku mas, lha cuma pembantu kaya gini jawabnya manja. Nggak usah gitu pak satpam yang sering ke sini itu ya pasti naksir kamu kataku mengoda, ih siapa yang mau sama dia jelek gitu katanya agak sombong.

Nggak sabar aku untuk mengelus si sarah kurengkuh dia dari belakang, tetapi ternyata si sarah agak memberontak dan bilang jangan mas aku takut nanti kalau ketahuan orang. Nggak apa, aku belum punya pacar dan kamupun juga belum rayuku sambil mengelus dia, dia mulai agak bisa aku kendalikan dan mulai kubalikkan wajahnya yang cantik itu untuk aku kulum bibirnya yang sensual, dan dia hanya bisa augh augh dan mengencangkan gengaman tangannya.

Aku jadi sadar bahwa dia emang minta untuk aku mencumbunya, aku jadi semakin berani mengerakkan tanganku untuk masuk ke bhnya yang mungil dan nggak aku sangka ternyata payudaranya bagus baget dan sintal, kencang. Aku jadi semangat untuk meremas-remasnya dan megempengnya, si sarah hanya bersuara augh augh aja dan sesekali mengelinjang keenakan ketika aku semakin sering meremas-remas payudaranya.

Semakin lama tanganku yang satu kumasukkan juga ke dalam celana dalamnya dan mulai kumasukkan jariku ke dalam anunya dia langsung terduduk di kasur kamarnya dan masih memegang leherku terus mulutnya masih mengulum mulutku, sungguh si sarah sangat menikmati permainan ini pikirku. Aku semakin berani untuk bertindak yang lain, aku buka semua bajunya dan bagian-bagian dalam dari bajunya dan dia telanjang bulat.

Aku semakin buas melihat kecantikan dan kemulusan badan si sarah ku kulum puting susunya sambil mengerak-gerakkan lidahku, si sarah mengelinjang ke sana ke mari keenakan sambil mendesisi-desis dan mengeluakan suara augh augh berulang ulang.

Dan aku mulai memasukkan jariku ke dalam anunya, si sarah mulai merintih-rintih ke enakan dan mengeluarkan bunyai desisan yang semakin keras augh augh auh. Dia sungguh nggak tahan nikmatnya payudaranya di kulum dan anunya saya masuki jemariku yang lincah. Baru hot-hotnya saya dan sarah melakukan cumbuan aku dengar mobilnya kakakku datang akupun menyudahi permainan yang mengetarkan ini..

Minggu, 22 Februari 2015

Perawanku Telah Habis

Judi online - Aku adalah irma. Orang tuaku menamaiku begitu. Pasti mereka telah menyeleksi nama-nama yang indah dan cantik untuk memberikannya kepada anak wanita satu-satunya ini. Teman-temanku di sekolah rakyat di Klaten mempunyai nama-nama yang sejenis seperti aku.  Memang  namaku itu adalah nama yang buruk untuk seorang wanita muda seperti aku ini. Maklum, aku dilahirkan saat perang dunia II berlangsung. Namun, nama Nurlela itu telah tertutupi oleh paras cantik yang telah dianugerahkan Tuhan kepada hambanya ini. Tuhan telah membuat sebuah karya seni yang indah pada diriku ini.
Sekarang aku telah hidup sendiri, tanpa orang tua, saudara, apalagi teman-teman dekatku. Di sinilah tempat tinggalku sekarang. Di sini banyak orang-orang yang aku kenal, namun kita belum bertegur sapa sama sekali. Aku kira aku mengenal mereka, tapi apakah mereka mengenal aku
Di sini aku tinggal di sebuah rumah yang dipagari dengan melati putih yang harumnya dapat membuat orang seakan berada di surga. Tidak seperti rumahku dulu di Klaten. Aku tidak tahu mengapa aku sampai berada di tempat ini.
Dulu pada umurku empat belas tahun, saat aku akan lulus SMP sekitar tahun 1943, aku diberhentikan sekolah oleh ayahku, karena panen tak kunjung datang dan uang pun tak kunjung kami dapatkan juga. Akhirnya aku terpaksa menenun kain bersama ibuku tercinta di rumahku tercinta ini di Klaten.
Waktu itu penjajahan Jepang, sejak Jepang menginjakkan kakinya di pulau Jawa pada tahun 1942. Jepang awalnya sangatlah baik pada kami, warga Klaten ini. Mereka adalah satu-satunya harapan bagi kami, kaum muda yang belum tahu akan menjadi apa kelak. Mereka menjanjikan pendidikan gratis kepada kami untuk menimba ilmu di Tokyo. Sangatlah baik orang Jepang itu, kawan!. dalam hatiku. Aku pun sangatlah senang pada waktu tiga orang tentara Jepang datang ke rumahku pada saat aku sedang menenun kain yang hampir selesai. Mereka memberikan sepucuk surat kepada orang tuaku, bahwa aku adalah wanita yang terpilih untuk dikirim keTokyo. Hatiku sungguh berbunga-bunga saat mendengarnya.
Setelah pemberitahuan itu, aku lalu berkemas seadanya, karena perjalanan sangat jauh dan aku tak mau bermasalah dengan barang bawaanku nanti. Aku pun berpamitan dengan kedua orang tuaku yang telah merawat titipan Tuhan ini dengan sangat baik. Alangkah bahagianya hatiku jika membayangkan aku besar nanti yang telah berbekalkan pendidikan dari Tokyo. Namun sangatlah sedih hatiku harus meninggalkan orang tuaku di rumah yang sudah tua dan rapuh itu hanya berdua saja, tanpa anak satu-satunya ini yang ingin menggapai cita-cita setingi-tingginya. Orang tuaku pun memberikan sepucuk surat kepadaku yang hanya boleh dibuka pada saat nanti aku kembali ke Klaten ketika mereka sudah tiada. Tergenanglah mataku dengan air mata pada saat mereka mengucapkan kata-kata itu. Lalu kami pun berpelukan dan saling berpamitan.
Orang tuaku mengantarkanku ke depan rumah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anak tercintanya ini. Aku pun segera naik ke sebuah truk milik Jepang yang berisikan beberapa wanita-wanita desa yang beberapa sudah kukenal, salah satunya adalah Tristuti, kakak kelasku dulu. Aku melihat orang tuaku menangis saat truk mulai berjalan, sambil merelakan anaknya pergi untuk waktu yang cukup lama.
Pada saat di perjalanan, aku kembali mengingat masa-masaku dulu pada saat aku masih dalam dekapan orang tuaku. Hatiku pun sesak karena peristiwa yang begitu indah itu telah terlewati begitu cepatnya. Wanita-wanita di sekitarku pun juga menangis, aku tidak tahu apakah mereka menangis karena bahagia atau sedih meninggalkan kampung halaman yang tercinta ini.
Sekitar dua jam, kami sampai di pelabuhan. Di sana banyak sekali tentara Jepang, lengkap dengan senjatanya. Mereka memandangi kami seakan kami adalah sekelompok wanitatang tertangkap karena telah mencuri uang milik komandannya.Kami ini wanita terpuji, wahai orang Jepang!” amarahku dalam hati. Kami pun segera naik ke kapal yang penuh impian itu. Aku memilih satu kamar dengan Tristuti, karena dia yang satu-satunya yang lumayan dekat denganku. “Baik sekali orang-orang Jepang ini!” kataku kepada Tristuti. Namun dia hanya diam saja. Kulihat wajahnya murung sekali hari ini, bagaikan wajah seorang istri yang dikritik oleh suaminya karena makanannya tidak enak.Ada apa, Tris?” tanyaku. Secepat kilat dia menjawab, Aku lapar.. Lalu segera kukeluarkan dua buah lontong yang dibawakan ibuku sebelum aku pergi pagi tadi. Kami pun lansgung makan dengan lahapnya, karena suasana yang begitu hangat saat itu.
Satu hari telah aku lewati bersama selalu dengan Tristuti. Telah satu hari juga kami berada di tengah lautan yang luas ini. Tak ingin aku berpisah dengan Tristuti. Namun, harapanku memang tidak sejalan dengan keinginanku. Pada tengah malam, kami semua diturunkan secara paksa oleh tentara Jepang, di Jakarta. Aku tak menyangka, ternyata ada ratusan wanita yang berada satu kapal dengan kami. Aku pun terpisah dengan Tristuti, dia menghilang begitu saja di tengah keramaian pelabuhan. Semua orang terlihat panik. Pelabuhan yang sepi pun menjadi ramai oleh teriakan-teriakan wanita yang histeris. Ada yang menangis, bahkan ada yang pingsan. Aku berpikir, “Akankah perjalanan ke Tokyo akan terus berlanjut, atau perjalananku berakhir di Jakarta?” Kami pun dinaikan ke sebuah truk yang sudah tertata rapi di pintu gerbang pelabuhan. Tentara Jepang yang baik terhadap kami pun telah berubah menjadi pria yang kasar. Secara paksa kami dinaikan oleh mereka, secara kejam kami diseret oleh mereka agar mau naik ke truk tersebut. Aku tidak tahu apa maksud tentara Jepang berbuat seperti itu. Yang aku tahu yaitu perjalanan kita ke Tokyo sudah berakhir dan mimpi-mimpi yang indah itu telah usai terbangunkan oleh kekejaman tentara Jepang yang tak tahu etika sama sekali dalam memperlakukan perempuan Indonesia.
Kami belum tahu akan dibawa kemana oleh tentara Jepang terkutuk itu. Kami belum tahu akan dijadikan apa oleh mereka. Dalam perjalanan aku berdoa agar selamat dari kekejaman ini. Aku hanya bisa berharap dan berharap saja, meskipun semua harapanku telah sirna. Waktu itu malam sangat gelap, pohon-pohon bergoyang searah dengan tiupan angin yang menghembus ke arah kami, suasana sangat mencekam, semua terdiam. Tiba-tiba truk berhenti di sebuah rumah yang besar yang hampir habis termakan umurnya yang tua itu. Gerbang pintu rumah pun dibuka oleh tentara Jepang, seakan ini adalah penyambutan bagi kami. “Kami tak perlu penyambutan, kami hanya perlu kebebasan,” kataku dalam hati.
Truk pun diparkirkan di bawah pohon tua. Kami semua diturunkan, digiring secara paksa untuk masuk ke rumah tua nan besar itu. Jumlah kami kira-kira tiga puluh wanita yang menurutku masih perawan, termasuk aku si perawan remaja ini. Kami dibawa masuk melewati pintu depan. Aku tidak menyangka bahwa rumah tua itu yang kuanggap adalah gudang senjata, ternyata sangat terawat dalamnya. Rumah itu berlantai tiga. Banyak sekali kamar yang disertai lorong-lorong yang gelap. Mimpiku sudah sirna, kawan terbaikku dalam perjalanan sudah hilang dari hadapanku. “Mengapa ini harus terjadi padaku, Tuhan?” suara hatiku menangis. Lalu kami semua di bawa ke kamar masing-masing. Kamar itu cukup kecil, kira-kira empat kali empat meter panjangnya, di kamar sempit itu terdapat satu ranjang kapuk yang kotor dan lusuh. Aku tidak tahu ini kamar apa.
Saat ingin memejamkan mata, aku terbangun saat mendengar teriakan wanita yang diselangi oleh suara tembakan di kamar sebelahku. Akupun keluar hendak melihat apa yang terjadi. Aku mengintip dari sela-sela pintu itu. Terlihatlah seorang wanita setengah telanjang yang diikat tangan dan kakinya oleh tali di sebuah ranjang kapuk, matanya tertutup oleh kain, rambutnya terurai dengan liar, dan aku melihat darah yang mengalir dari kepalanya, dan itu adalah sebuah luka tembakan. Diludahinya mayat wanita malang itu oleh kedua orang tentara Jepang yang telah memperkosanya dan membunuhnya, seakan wanita itu sangat menajiskan bagi mereka. Rasanya pun aku ingin berteriak dan menangis, karena tidak tega melihat peristiwa naas tersebut yang menimpa kaumku ini. Aku segera masuk ke kamarku dengan perasaan haru. Setelah itu, aku mendengar suara tembakan sebanyak tiga kali di sebelah kamarku. Aku juga mendengar suara anjing kelaparan yang masuk ke dalam kamar itu. Aku tidak tahu apa nasib mayat wanita itu selanjutnya. Aku hanya ingin memejamkan mata saja dan membayangkan nasibku setelah kejadian ini. Mimpi sudah sirna, nyawa pun terancam, rasanya ingin mati secepatnya. Lalu aku pun tertidur.
Aku mendengar suara ketukan di pintu kamarku, semakin lama semakin keras suaranya. Aku pun beranjak dari tidurku dan segera membukakan pintu. Pintu pun terbuka, dua orang tentara Jepang ada di depan kedua bola mataku. Diseretnyalah aku ke sebuah ruangan secara paksa. Ruangan itu lebih besar dari kamarku. Di sana terdapat banyak sekali pisau dan cambuk berduri tentara Jepang yang tergantung secara teratur. Dan sekarang aku sadar bahwa itu adalah ruang penyiksaan bagi para tawanan yang hendak dihukum mati. Aku hanya pasrah menatap penderitaan yang ada di depan mataku.
Aku pun diterlentangkan pada sebuah ranjang tua. Dipukulah pipiku yang lembut ini oleh tangan tentara Jepang yang kasar itu. Mataku berkunang-kunang seperti ingin pingsan. Lalu, aku melihat tangan dan kakiku diikat oleh mereka ke ranjang tersebut. Tanganku sungguh sakit, mereka mengikat tanganku sangat kencang. Dipukul lagi wajahku yang mungil ini oleh kedua tentara Jepang itu secara bergantian. Aku pun pingsan. Aku sempat melihat mereka menelanjangiku dan memperkosaku secara bergantian berkali-kali. Setelah mereka rasa terpuaskan, lalu mereka mengeluarkan senjata mereka dan memukulku berkali-kali, sehingga aku tak berdaya. Mereka mengarahkan pistolnya ke kepalaku sambil mengucapkan, “Sayonara!.”
Pandanganku pun gelap gulita, dunia terasa sangat dingin dan sunyi. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi. Semua ingatanku sudah hilang. Namun, aku melihat seseorang telah memanggilku dengan suara yang sangat lembut. “Nurlela, Nurlela, kemarilah, kau aman di sini,” begitulah kata-katanya. Akupun menghampiri dia, namun dia langsung menghilang saat aku mendekatinya. “Apakah dia adalah malaikat ?” hatiku bertanya-tanya. Lalu, dunia pun menjadi sangat terang, sehingga menyilaukan pandanganku. Sampailah aku di sini di dunia ketiga yang tidak kuketahui di mana letaknya dan dimana jalan keluarnya. Di sini adalah rumah baruku, dengan melati sebagai hiasannya. Saat ku kecil aku sangat suka dengan melati, sampai-sampai ibuku menjulukiku Si Putih Melati. Orang-orang banyak berkeliaran di sekitar rumahku. Pandangan mereka kosong, wajahnya seakan beku. Lalu aku menyadari bahwa aku telah melihat ibuku. Dia memakai kebaya putih dengan bawahan kain berwarana coklat yang hampir selesai. Aku ingin memanggilnya, namun aku tak bisa, seperti ada yang menahan kemauanku. Lalu aku sadar, aku telah ada di surga, kawan, karena jiwaku begitu damai. Meskipun aku sangat kesepian, namun aku sangat menikmatinya. Dengan sekejap aku terbang, dan dibawa ke dunia ketiga bersama gandengan seorang ibuku.

Jumat, 20 Februari 2015

Cerita Seorang Supir Takxi Yang Suka Berbuat Sex




Judi Online - seorang duda berusia tiga puluh enam tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sopir taksi Orange. Wajahnya tampan, namun terlihat begitu kesepian karena  hidupnya memang kesepian. Tubuhnya tinggi tegap seperti tentara. Sudah delapan tahun ia bekerja sebagai sopir taksi malam untuk mengusir kesepian, sejak sang isteri tewas gantung diri delapan tahun silam. Sejak saat itu juga Ilyas menutup diri terhadap perempuan.

Malam ini, ketika taksi Ilyas melaju pelan di depan gedung BUMN kota Mahaka, ia mendapatkan dua penumpang, laki-laki dan perempuan dewasa yang sama-sama mengenakan seragam PNS. Yang laki-laki bernama Rauf, sedangkan yang perempuan bernama Sarah. Itu terlihat dari tage-name yang menempel di seragam PNS mereka. Ilyas berpikir mereka adalah sepasang suami isteri yang bekerja di tempat yang sama. Namun ada yang aneh dengan mereka setelah keduanya naik dan duduk di jok belakang taksi milik Ilyas. Saat taksi sudah mulai berjalan, keduanya terlihat saling berpelukan dan berciuman begitu liar. Bagaiman sepasang kekasih yang melampiaskan kerinduan mereka setelah bertahun-tahun berpisah. Ilyas hanya diam saja dan melirik mereka dari kaca spion tengah. Ia mulai mencium aroma skandal. Tapi itu bukan urusannya. Tugasnya hanya mengantar penumpang sampai ke ke tujuan.
Setengah jam kemudian, Sarah turun di depan rumah susun Tulsa, sementara Rauf tak ikut turun dan menyuruh Ilyas untuk mengantarnya ke kompleks perumahan elite di Tulsa Barat. Sekarang Ilyas yakin jika Rauf dan Sarah bukanlah sepasang suami isteri, karena mereka tinggal di tempat yang berbeda.
Ketika sampai di depan rumahnya, Rauf dipanggil isteri dan kedua anaknya yang berdiri di depan rumah. Ilyas mengamati mereka dari dalam taksi dengan mata nyalang tak percaya.
“Apa mereka isteri dan anak-anak anda?Tanya Ilyas, pada Rauf saat pria itu membayar argo taksinya.
Rauf terlihat panik dan tangannya gemetaran. Ia takut jika Ilyas akan membongkar perselingkuhannya pada sang isteri. Rauf lalu spontan menambah uang argo taksinya sebagai uang tutup mulut. Ilyas hanya tersenyum, dan segera pergi menjalankankan taksinya.
Sampai di pom bensin, Ilyas beristirahat sebentar dan pergi ke toilet untuk buang air kecil. Tak disangka, ia melihat lubang kecil di papan tembok sebelah kanan. Ilyas pun langsung keluar dari bilik itu dan mendatangi bilik di sebelahnya. Rupanya ada seorang remaja punk “gay” yang bersembunyi disana, dengan membawa kamera. Ia sengaja merekam setiap pria yang menggunakan bilik toilet dengan tujuan yang tidak baik. Ilyas langsung menghajarnya hingga wajahnya babak belur, lalu merampas kameranya. Ternyata di kamera itu tersimpan banyak berkas video pria-pria yang sedang buang air, mandi, atau masturbasi di dalam toilet. Ilyas merasa ingin muntah saat menontonnya dan langsung menghapus semua berkas video itu. Ia lalu pergi meninggalkan toilet dan menghampiri taksinya yang terparkir di halaman pom bensin.
Ilyas melihat ada Hugo, seorang pemuda yang tak dikenalnya, berdiri di sebelah taksinya, sambil membaca Koran Harian Mahaka. Entah apa isi tas ranselnya yang terlihat begitu berat di punggungnya itu.
Apa kau sopir taksinya 
..Benar
Kalau begitu, tolong antar aku ke Marmara. Usahakan jangan lewat jalan protokol. Karena aku sedang menghindari polisi.”
Ilyas mengangguk dan langsuk masuk ke dalam taksinya, begitu juga dengan Hugo yang langsung masuk dan duduk di jok depan, sebelah jok kemudi.
Kenapa anda tak duduk di jok belakang?”Tanya Ilyas, penasaran, sambil menghidupkan mesin taksinya.
“Tidak. Aku lebih suka duduk di depan.”Jawab Hugo, dengan wajah berkeringat, sambil duduk memangku tas ranselnya begitu erat. Ia lalu membuang korannya ke jok belakang. Ilyas sempat melirik tas ransel yang dirangkul Hugo, dan penasaran dengan apa isinya. Tapi Ilyas tak berani menanyakannya. Ia pun menjalankan taksinya menuju Marmara.
Sepanjang perjalanan, Hugo terus mengoceh tentang aksi perampokan di taksi akhir-akhir ini di kota Delta. Kebanyakan korbannya adalah perempuan. Nada bicaranya biasa saja, tapi itu cukup membuat Ilyas tak nyaman, dan tersindir karena Ilyas juga berprofesi sebagai sopir taksi. Dan keadaan seperti itu berakhir ketika taksi yang dikemudikan Ilyas hampir memasuki jembatan sungai Delta.
Samar-samar terlihat lampu polisi dari kejauhan. “Sepertinya ada razia di depan sana.” Hugo terlihat panik dan meminta agar Ilyas menghentikan taksinya. Ilyas terlihat kebingungan, “Katanya Anda ingin ke Marmara. Tapi ini masih di Delta. Masih tiga kilometer lagi.”
Hugo tak mau tahu. Ia langsung mengeluarkan uang dan membayar argo taksi Ilyas. Setelah itu ia turun dari taksi, dan berlari dengan membawa tas ranselnya, memasuki perkampungan di sebelah kanan jalan. Ekspresinya seperti penjahat yang panik saat melihat polisi.
Ilyas tak ambil pusing, karena uang yang diberikan Hugo ternyata lebih dari argo taksinya. Ia pun langsung membawa taksinya berputar balik ke kota Delta.
Di tengah perjalanan, taksi yang dikemudikan Ilyas melaju pelan di belakang mobil polisi yang melaju kencang di depannya. Dari belakang terlihat jika polisi itu sedang bersama seorang gadis. Polisi itu lalu menepikan mobilnya di sekitar hutan pinus, dan menyuruh gadis yang ada di dalam mobilnya keluar. Terjadi sedikit keributan. Bahkan Sang Polisi mendorong Si Gadis ke pinggir jalan dengan kasar. Setelah itu sang polisi pergi begitu saja dengan mobilnya.
Nama gadis itu Mandira, seorang pekerja seks komersial berusia 25 tahun, yang baru saja melayani seorang oknum polisi yang memiliki kelainan Sadomasokis. Karena pelayanan seksual dari Mandira kurang memuaskan, polisi itu menurunkannya di tengah jalan tanpa bayaran. Padahal wajah Mandira sudah babak belur dihajarnya saat melakukan seks oral sepanjang perjalanan dari Marmara ke Delta. Gadis itu benar-benar rugi, dan sekarang ia ketakutan, karena diturunkan di hutan pinus yang sepi, gelap, dan rawan kejahatan. Sampai akhirnya datang taksi Orange yang dikemudikan Ilyas.
Dengan manisnya, Ilyas menawarkan taksinya untuk mengantar Mandira pulang. Gadis itu diam saja, lalu mengeluarkan ponsel berkameranya, dan memotret plat nomor polisi juga nomor pintu taksi itu, dan memunggah fotonya ke media sosial pribadinya. Setelah itu ia baru mau naik ke dalam taksi, dan minta diantarkan ke Distrik Silla, kota Delta.
Sepanjang perjalanan, Mandira hanya diam dan melamun. Kepalanya ditempel ke kaca jendela samping, dan matanya terpejam sambil menangis. Diam-diam Ilyas memperhatikan pose Mandira saat duduk lewat kaca spion tengah. Gadis itu duduk terlalu ngangkang. Kedua kakinya terbuka, dan paha mulusnya terlihat jelas karena ia mengenakan rok mini yang tipis. Bahkan celana dalamnya yang berwarna merah juga terlihat. Ditambah baju atasnya yang berbebelahan dada rendah. Payudara bagian atasnya terlihat menyembul besar dan menggoda. Berkali-kali Ilyas menelan ludah dan menahan birahinya. Ia lalu mengambil kamera yang dirampasnya dari remaja punk di toilet pom bensin tadi, dan meletakkannya tersembunyi di dekat jok. Ilyas sengaja merekam Mandira dengan kamera itu, sampai akhirnya Mandira membuka mata.
Mandira menemukan Koran Harian Mahaka milik Hugo yang tertinggal di jok belakang. Gadis itu mengambil dan membacanya. Wajahnya langsung berubah ketakutan saat membaca berita utama di halaman depan, tentang aksi perampokan dan pemerkosaan penumpang wanita di dalam taksi malam di kota Delta. Mandira mulai terpengaruh. Muncul ketakutan dan kecurigaan di dalam pikirannya sendiri tentang taksi yang sedang dinaikinya sekarang. Ia pun mencoba untuk membuka pintu yang ada di sebelahnya. Ternyata pintunya terkunci rapat. Ia juga melihat kaca film jendelanya yang begitu gelap. Dua pertanda yang sama persis seperti kronologi aksi perampokan dalam taksi di berita yang baru dibacanya di koran.
Kenapa Mbak..Tanya Ilyas, sambil menatap Mandira dengan begitu tajam lewat kaca spion tengah.
Kenapa pintunya terkunci dan tak bisa kubuka? Ini tidak benar. Cepat hentikan taksinya! Aku turun disini saja!”Balas Mandira, panik, sambil mengeluarkan uang untuk membayar argo taksinya.
Setelah itu ia mengeluarkan ponsel dan berusaha menghubungi temannya, namun baterai ponselnya lemah dan akhirnya mati.
Kita belum sampai. Distrik Silla masih jauh di utara sana..
Tidak. Aku mau turun disini saja! Hentikan taksinya sekarang juga .. Bentak Mandira, marah, takut, sambil berusaha membuka pintu belakang taksinya.
Karena pintu itu masih terkunci, Mandira akhirnya menggedor-gedor kacanya.
Tolong kendalikan diri Anda…..
..Berhenti atau aku akan berteriak? Tolong..
..Mbak ini kenapa?”Bentak Ilyas, marah, lalu menghentikan taksinya di pinggir jalan.
..Firasatku berkata ini tidak benar. Sebaiknya aku turun dari taksi ini. Jika kau macam-macam, aku sudah memunggah foto plat nomor juga nomor pintu taksimu ke akun twitterku. Itu artinya ada bukti jika aku pernah naik taksi ini. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan diriku, polisi akan mencarimu.”
Ilyas terlihat marah, hingga wajahnya memerah dan tegang seperti singa. Ia langsung membuka pintu belakang taksinya. Setelah itu Mandira buru-buru turun dari taksi itu dan berlari mencegat taksi lainnya, Taksi Purple, yang kebetulan melintas di depannya.

Mandira mengira dirinya sudah selamat setelah keluar dari taksi Orange milik Ilyas, tapi ternyata dia keliru besar. Taksi Purple yang dinaikinya malah membawanya ke taman kota yang sepi dan gelap. Di sana muncul tiga pria berbadan tinggi kekar, yang merupakan kawanan sopir taksi yang dinaiki Mandira. Dan mereka adalah pelaku perampokan sekaligus pemerkosaan beberapa penumpang wanita akhir-akhir ini di kota Delta.
Tolong..Teriak Mandira, saat berhasil lolos dari cengkraman mereka.
Mandira berlari menghampiri jalan raya. Kebetulan taksi Orange yang dikemudikan Ilyas melintas. Ilyas pun langsung turun dari taksinya untuk menolong Mandira. Setelah itu terjadi perkelahian sengit antara Ilyas melawan empat pria yang berusaha mencelakai Mandira. Satu lawan empat bukanlah pertarungan yang imbang. Mandira akhirnya ikut campur, dengan mengambil balok kayu dan memukulkannya ke kepala sopir taksi yang akan menusuk punggung Ilyas dengan pisau lipat dari belakang. Mandira lalu menarik tangan Ilyas dan mengajaknya kabur, karena tak mungkin Ilyas bisa mengalahkan empat rampok itu. Kaburlah mereka berdua dari taman kota menggunakan taksi Orange milik Ilyas.
Sampai di depan rumah susunnya yang ada di Distrik Silla, Mandira mengajak Ilyas ke kamarnya untuk mengobati luka di tangannya. Di kesempatan itu juga Mandira meminta maaf karena sudah menuduh Ilyas akan berbuat jahat pada dirinya. Padahal kenyataannya, sopir taksi lain yang mencelakainya, dan Ilyas yang menolongnya.
Tidak semua sopir taksi itu seperti yang disebutkan berita dalam koran.”
Mandira mengangguk dan mengucapkan terimakasih, sambil memberi Ilyas secangkir kopi. Mandira lalu menyalakan televisi. Kebetulan acaranya berita malam, yang sedang menayangkan berita teraktual di kota Delta malam ini.

Telah terjadi ledakan bom bunuh diri di depan kantor walikota Marmara, yang diketahui dilakukan oleh seorang pemuda dengan membawa tas ransel berwana hitam. Ilyas tercengang saat menonton berita itu. Ia teringat pada Hugo, pemuda yang membawa tas ransel hitam, yang menumpang taksinya  beberapa jam yang lalu. 

Senin, 16 Februari 2015





Judi Online - Roma dikejutkan bermain imbang oleh Parma di Olimpico,Hasil ini tak terlalu banyak terlihat pada klasemen sementara Serie A. Roma masih berada di peringkat kedua, sementara itu Parma ada di bawah klasemen karena masalah finansial klub.

Babak-1

impian Roma akan kecepatan Gervinho langsung terjawab di awal laga kontra Parma. Kecepatan pemain penyerang Pantai Gading langsung merusak pertahanan Parma, walau belum ada peluang bersih tercipta di 10 menit pertama.

Setelah itu, permainan Parma menggambarkan kondisi klub mereka musim ini.resah Cassani  coba membangun serangan, tapi usaha mereka selalu dihalang di lini tengah. Beruntung mereka masih punya kesimpulan sehingga Roma kesibukan menembus pertahanan parma.

Roma mendapat peluang emas saat Gervinho berhasil menembus kotak penalti Parma.kemudian ia memberikan bola pada Ljajic yang langsung disambar dengan tembakan. namun, Cassani mampu menutup jalur tembakan tepat pada waktunya.

Ljajic kembali membawa peluang di sisa lima menit babak-1. Aksinya berhasil melewati tiga pemain bek Parma, tapi tendangannya hanya mengenai samping gawang.kuat nya pertahanan Parma cukup untuk membuat Roma tertahan imbang tanpa gol dibabak pertama.

Babak-2

Roma melanjutkan penguasaan mereka atas Parma, sejauh ini masih bergeming.  Giallorossi  masih kesulitan menembus pertahanan Parma walau mereka rajin memberikan ancaman.

Umpan terbaik dicatatkan oleh Gervinho saat ia melakukan  satu dan dua dengan Ljajic. Penyerang Pantai Gading itu sedikit menari sebelum melepas tembakan ke gawang Roma yang sayangnya masih bisa diamankan oleh Antonio Mirante.

Roma  terus menyerbu dan masuknya Verde membuat pasukan Rudi Garcia semakin eksplosif. Satu umpan silang nyaris berakibat gol saat Ashley Cole menyambutnya dengan sundulan, tapi bola masih membentur mistar gawang.

Cole kembali menciptakan peluang saat serangan ke kotak penalti berjalan bebas gangguan.pemain bek Chelsea tersebut akhirnya melepas tembakan keras, tapi bola masih melambung tinggi di atas mistar.

Verde mendapat peluang di menit-menit akhir setelah membawa bola ke arah  kiper. Namun, Tembakannya masih meluas. serangan Roma hingga menit akhirpun ternyata tak membawa gol.

Minggu, 15 Februari 2015




Judi Online - Di babak perempat-final Piala FA Liverpool berhasil mengalahkan Crystal Palace  2-1 di Stadion Selhurst Park,

Liverpool Sempat tertinggal angka lebih dulu,Pemain Brendan Rodgers bangkit untuk membalikkan keadaan melalui aksi-aksi terbaik dari Daniel Sturridge dan Adam Lallana.

Babak-1
Peluang Markovic langsung mendapatkan ketika laga baru dimulai tiga menit melalui pergerakan dari Lazar Markovic. Dia kemudian mengirim bola pada Daniel Sturridge, tapi tak mampu diselesaikan dengan cermat.

Mendapatkan seranga awal, Liverpool justru tertinggal lebih dulu lewat gol dari Fraizer Campbell. Di menit ke-14 dia menambahkan diri di papan skor usai tendagan Gayle dapat dihalang Simon Mignolet, tetapi Campbell yang telah berdiri di depannya langsung menyambar untuk membuka nilai.

Tiga kali bersamaan dalam waktu yang tidak lama kiper Speroni dipenuhi tiga serangan yang masing-masing dilakukan Martin Skrtel, Jordan Henderson dan Philippe Coutinho. Semuanya gagal berbuah gol.

 Setelah pertandingan berjalan setengah jam, Henderson kembali gagal melumpuhkan Speroni yang dengan bagus mampu menguasai bola dari  sang kapten.

di pertandingan babak-1 pun berakhir dengan kemenangan Crystal Palace.

Babak-2

Pertandingan baru empat menit dimulai dibabak-2, Sturridge melepas tembakan kerasnya yang tak mampu dihalang Speroni.Nilai pun berubah 1-1.

Crystal Palace pun coba kembali berada di depan ketika Gayle mendapatkan peluang tembak. tetapi Usahanya berhasil diamankan oleh Mignolet.

Liverpool berada di atas angin saat Adam Lallana berhasil memaksimalkan bola hasil tendangan bebas Mario Balotelli yang dapat ditangkis Speroni, bola muntah kemudian diselesaikan dengan gampang saja.

Selang Lima menit sebelumnya, Henderson membuka ruang yang sangat bagus diPalace, tapi tak mampu disambut dengan hangat oleh pemain-pemainnya.

Sampai berakhir nya permainan, hasil pertandingan berpihak pada Liverpool yang memastikan kemenangan 2-1.

Jumat, 13 Februari 2015

FA Memutuskan Branislav ivanovic bebas dari hukuman

Judi Online -  Ivanovic dipastikan tidak akan mendapatkan hukuman terlibat insiden antara dirinya dan James McCarthy dalam kemenangan 1-0 Chelsea atas Everton.

Jegalan keras Gareth Barry terhadap Willian di pengujung laga yang mengakibatkan kartu kuning kedua untuk sang gelandang, memancing keributan antarpemain kedua tim.pada Saat itulah Ivanovic melingkarkan tangannya di leher McCarthy dari belakang dan tampak menyorongkan kepala untuk melakukan headbutt.

Kejadian itu luput dari pengamatan wasit, namun panel FA yang terdiri dari tiga orang mantan wasit elite menyimpulkan aksi Ivanovic bukan pelanggaran yang layak diganjar hukuman.

Ivanovic tidak akan mendapatkan tindakan lebih lanjut sehubungan dengan insiden yang melibatkan pemain Everton James McCarthy di menit ke-86.demikian pemberitaun resmi FA.

Dalam laga-laga Liga Primer, kalau insiden tidak dilihat oleh ofisial pertandingan, sebuah panel berisikan tiga orang mantan wasit elite akan diminta oleh FA untuk  menyarankan, jika ada, perbuatan yang mereka yakini harus diambil wasit kalau insiden tersebut dilihatnya saat itu.

Untuk adanya hakim FA, ketiga anggota pemain tersebut harus sepakat bahwa itu merupakan pelanggaran yang harus diganjar pengusiran. Dalam kasus ini, tim menilai perilaku tersebut tidak pantas membuahkan pengusiran.

Ivanovic lolos dari ancaman hukuman, tapi Chelsea maupun Everton sama-sama dikenakan hukuman akibat ketidak mampuan mengintropeksi pemain mereka dalam pertandingan. Kedua tim diberi waktu sampai Selasa depan pukul 6 petang waktu setempat untuk merespons dakwaan tersebut.

Selasa, 10 Februari 2015

Terpukulnya Madrid Atas Cederanya Sami Khedira | Gardenbet

Terpukulnya Madrid Atas Cederanya Sami Khedira | Gardenbet



    
         


Judi Online - Pemain Gelandang Real Madrid Sami Khedira Mengalami Cedera  Dikaki kirinya.Menurut Keterangan Pihak Tim Medis Kepada Sami Khedira Yang dilakukan Dokter Real Madrid di Rumah Sakit Sanitas La Moraleja, si pemain Mengenali cedera Paha belakang  pada kaki kirinya. Perkembangannya Sami Khedira akan terus dipantau,

Akibat Cederanya Sami Khedira adalah Saat Melawan Atletico Madrid di Vicente Calderon, yang berlangsung dengan Skor 4-0 atas kemenangan Atletico Madrid.Pemain Gelandang asal Jerman tersebut hanya bisa bermain selama 46 menit, Ketika digantikan Jese Rodriguez.

Cederanya Semi Khedira menjadi Terpukul Setelah  mengingat Madrid mengalami kehilangan Pepe, Sergio Ramos, James Rodriguez, dan Luka Modric.